Senin, 04 April 2011

Albatron Bikin LCD Biasa Jadi Layar Sentuh

Modul sentuh ini didesain untuk monitor LCD ukuran 21,5 inci dengan aspek rasio 16:9.

Albatron Technology, salah satu produsen komponen dan perangkat komputer asal Taiwan akan menghadirkan External Multi-touch Module EM215 di ajang Computex 2010 yang akan datang.

Perangkat EM215 mengadopsi teknologi optik dan kompatibel dengan fitur sentuh milik Windows. Dengan demikian, pengguna bisa menginstalasikan EM215 dengan mudah, hanya dengan menancapkannya ke port USB.

“Windows 7 mendukung teknologi sentuh, akan tetapi sebagian besar pengguna tak bisa menikmatinya kecuali mereka membeli PC atau monitor yang mendukung layar sentuh,” kata juru bicara Albatron, pada keterangannya, 20 Mei 2010.

Albatron menyebutkan, dengan menggantungkan EM215 yang tebalnya hanya 1,9 milimeter pada monitor LCD yang dimiliki pengguna, mereka bisa mengupgrade layar LCD mereka menjadi layar sentuh dengan mudah.

EM215 sendiri merupakan modul layar sentuh eksternal yang didesain untuk monitor LCD ukuran 21,5 inci dengan aspek rasio 16:9. Meski demikian, Albatron mengklaim alat tambahan ini juga kompatibel dengan monitor 16:9 atau 4:3 lain yang memiliki ukuran tampilan di bawah 478x269 milimeter.

Hadir tanpa perangkat ataupun driver tambahan, di Windows 7 alat ini mendukung multi-touch. Adapun di Windows XP dan Vista, hanya mendukung single-touch. Kalibrasi sendiri tersedia secara default, pengguna sudah tidak perlu mengatur setting kalibrasi sentuh.

Pengguna bisa menggunakan jari, ballpoint, atau penggaris sebagai alat sentuh. Pada perangkat ini, Albatron juga sudah menyediakan lapisan anti gores. Saat beroperasi, EM215 hanya membutuhkan daya kurang dari 1 watt saja. 

Sumber: teknologi.vivanes.com

Misteri Fenomena Doppelganger, Kembaran yang Misterius


Apakah kita memiliki kembaran di dunia ini? Apakah kita dapat berada di dua tempat pada saat yang sama? Dalam sejarah, ada banyak catatan mengenai orang-orang yang mengaku berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri. Fenomena ini sering disebut dengan istilah doppelganger. selengkapnya>>>

Keren, ‘Robot’ yang Dikontrol Lewat Pikiran

Lewat helm khusus, pengguna bisa mengirimkan perintah ke komputer.


Sekelompok peneliti asal Northeastern University, Boston, Amerika Serikat mengerjakan antarmuka komputer yang bisa menerjemahkan sinyal dari otak lewat helm khusus.

Lewat helm yang dibuat, pengguna bisa mengirimkan perintah ke komputer, cukup dengan memikirkan perintah tersebut.

Para peneliti tersebut telah membuat pula program komputer khusus yang membagi layar menjadi empat kuadran. Dengan memandangi kuadran tertentu dalam jangka waktu yang cukup lama, komputer bisa mengenali kuadran yang bersangkutan.

Saat ini, jumlah kontrol memang terbatas hanya pada empat pilihan. Akan tetapi, seperti dikutip dari TGDaily, 13 Juli 2010, peneliti menyebutkan bahwa itu sudah cukup. Misalnya, bagi orang lumpuh yang ingin mengontrol kursi roda.

Peneliti juga mengklaim bahwa aplikasi yang mereka kembangkan juga bisa membantu mengontrol peralatan rumah tangga. Sinyal bisa dikirim secara wireless ke robot kecil untuk melakukan berbagai perintah yang bisa dimonitor oleh pengguna lewat jendela yang terpisah di layar komputer.

Meski masih sangat sederhana, ‘robot’ yang dikontrol lewat pikiran ini menarik untuk dikembangkan lebih lanjut.

Sumber: teknologi.vivanews.com

Sony Kembangkan 1 Terabyte dalam 1 Disc

Satu keping disc itu mampu menampung data sama banyaknya dengan 106 DVD dual layer.


 Sony membuktikan bahwa media penyimpanan optik masih jauh dari pensiun. Meski Blu-ray sulit menembus pasar yang didominasi oleh format DVD, menurut laporan Examiner, Sony kini sedang mengerjakan media optik generasi berikutnya.

Bekerjasama dengan peneliti dari Tohoku University, Jepang, Sony mengembangkan laser semikonduktor blue-violet ultra cepat yang memungkinkan data sebesar 1 Terabyte atau setara dengan 1000 Gigabyte disimpan pada sekeping media optik. Sebagai gambaran, satu keping disc tersebut mampu menampung data sama banyaknya dengan 106 keping DVD dual layer.

Teknologi optik itu menggunakan laser berwarna biru lembayung tipe baru yang dapat menghasilkan denyutan atau tembakan dalam hitungan pico detik atau sama dengan satu per satu triliun detik.

Selain itu, leser semikonduktor dan amplifier optik semikonduktor baru juga memungkinkan keluaran daya hingga 100 watt. Seratus kali lipat lebih dibandingkan dengan tembakan laser semikonduktor konvensional.

“Pengembangan terbaru ini merupakan denyutan laser picosecond dengan panjang gelombang laser yang mencapai 405 nanometer (panjang gelombang sama dengan Blu-ray) di kawasan biru lembayung,” kata juru bicara Sony, pada keterangannya, 2 Agustus 2010.

Sony menyebutkan, laser ini mampu membuat denyutan optik dalam durasi yang sangat cepat yakni 3 pico detik dengan keluaran daya puncak mencapai 100 watt dan frekuensi repetisi hingga 1GHz.

Kedua institusi tersebut, Sony dan Tohoku University menyatakan bahwa sistem yang mereka buat menyingkirkan kebutuhan atas sumber cahaya berukuran besar dan teknisi khusus untuk menjalankan laser dengan kualitas serupa.

Sebagai informasi, April lalu Blu-ray Disc Association mengumumkan perbaikan format pada teknologi Blu-ray termasuk disc yang mampu menyimpan hingga 128GB.

Akan tetapi, kurang dari sebulan kemudian, peneliti dari University of Tokyo mengklaim telah menemukan materal baru yang murah dan mudah dibuat yang mampu menyimpan hingga 25TB dalam sekeping disc.

Sumber: teknologi.vivanews.com

Indonesia Siapkan Multimedia Superkoridor

Tujuannya adalah untuk mengefektif dan mengefisiensikan proses audit.

 

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berniat membuat kumpulan data audit yang diberi nama multimedia superkoridor. Sistem ini rencananya segera dibentuk dengan terlebih dahulu menciptakan simpul-simpul pengiriman data dari semua kementerian/lembaga.

Hadi Poernomo, Ketua BPK mengatakan, adalah tugas BPK untuk melakukan audit pemeriksaan atas suatu institusi yang mengelola uang negara.

UU nomor 15 tahun 2004 pasal 10 dan UU nomor 15 tahun 2006 pasal 9 menyebutkan, BPK memiliki kewenangan penuh untuk meminta keterangan dan atau dokumen yang wajib diberikan oleh pihak ketiga. Dalam hal ini organisasi pemerintah pusat, pemda, dan juga lembaga lain.

“Untuk itu, kami berterimakasih ke BUMN seperti Pertamina, karena diskusi kami tentang e-audit ini, disambut baik,” kata Hadi disela penandatanganan MoU antara BPK dan PT Pertamina di Kantor BPK, 5 November 2010.

BPK, kata Hadi, berniat untuk menciptakan pusat data BPK dan membentuk link and match dan nantinya akan menjadi multimedia superkoridor. MoU ini adalah yang ketiga setelah pada Juni lalu BPK menandatangani kerjasama yang sama dengan PLN.

Pada tahun 2009 lalu, BPK bersama Kementerian Keuangan juga menandatangani MoU yang serupa.

Hadi menjelaskan bahwa kesepakatan ini bukan mengatur kewenangan atau perijinan akses data PT Pertamina oleh BPK, tapi kesepakatan bersama ini mengatur mengenai pengembangan dan pengelolaan sistem informasi untuk akses data PT Pertamina oleh BPK.

“Dengan kerjasama ini maka auditor BPK dapat mengakses data Pertamina dari kantor BPK lewat sistem informasi yang dikembangkan dan dikelola bersama antara BPK dan Pertamina.” Kata Hadi. “Ini tentu saja memberi manfaat besar bagi BPK karena data akan diperoleh secara realtime.

Hadi menjelaskan, kelebihan e-audit ini akan membuat pekerjaan makin efisien dan efektif. Efisiensi akan terlihat dari waktu yang digunakan auditor di entitas yang diperiksa dalam proses pengumpulan dan pengunduhan data makin berkurang. Dengan demikian, kegiatan waktu sisa dari kegiatan yang dipersingkat itu bisa lebih banyak digunakan untuk mengembangkan cakupan pemeriksaan biar lebih luas dan mendalam.

“Nantinya tak hanya ke Pertamina, tapi ini kami harapkan juga bisa segera diikuti oleh BUMN-BUMN lain,” kata Hadi.

Pada kesempatan ini, Pertamina juga mengundang direksi BUMN seperti dari PT Kereta Api, PT Pelayaran Nasional Indonesia, PT Kimia Farma, PT Pembangunan Perumahan, PT Perkebunan Nusantara, PT Asabri, PT Sucofindo dan sejumlah BUMN lain.

Sumber: teknologi.vivanews.com